Mengatur Sistem dan Pola Trading
Sebenarnya ada banyak hal yang bisa dijadikan panduan untuk membentuk pola serta sistem dalam trading. Semuanya bertujuan agar kita selalu disiplin, punya komitmen jelas, tidak menjadikan forex sebagai arena judi.
Inilah yang disebut dengan sentiment analisis dan mental analisis.
Karna saya lebih suka yang simpel, maka saya hanya menuliskan 6 poin yang mendasar saja.
1. Time Frame (TF)
Adalah kisaran waktu perjalanan trading (M=Minute, H=Hour, D=Day, W=Week, M= Month)
Jangan terlalu terpaku pada satu Time Frame karna terkadang sebuah trend itu dimulai atau berakhir dari Time Frame yang lain.
Simpelnya, jika anda menggunakan TF M30 (Grafik 30 menit), coba luangkan sedikit waktu untuk melihat 1 atau 2 buah TF sebelum atau sesudah TF M30 anda. Mungkin TF rujukan tersebut bisa membantu anda dalam mengambil keputusan (Open Position atau Close Position).
Tentukan tipe trader anda di sini. Long-Term, Short-Term atau Intraday.
2. Carilah indikator yang dapat membantu anda dalam melihat Trend Baru / Akhir dari sebuah Trend.
MA (Moving Average) adalah sebuah indikator yang simple, bisa jadi pilihan anda dengan memanfaatkan 2 MA (Slower & Faster). Tunggu hingga faster memotong/menyilang di bawah Slower.
Seiring waktu, anda akan menemukan indikator yang simpel dan sesuai untuk anda.
3. Gunakan indikator kedua sebagai penguat (bersifat oscilator/on-off)
Ini bertujuan untuk melihat arah pasar yang Overbought (jenuh beli) atau Oversold (jenuh jual). Oscilator ini juga membantu analisa dari Indikator Trend utama anda.
Coba gunakan MACD (Moving Averages Convergence Divergence), Stochastic dan RSI (Relative Strength Index).
4. Tentukan Manajemen Resiko Anda
Ini termasuk bagian penting. Jangan hanya memikirkan keuntungan, cobalah untuk menentukan brapa jumlah kekalahan yang bisa anda terima dalam setiap trading.
Sebagai acuan, banyak trader yang menggunakan 30 pips (30 point) untuk SL (Stop Loss) serta TP (Take Profit) mereka.
Seiring waktu, anda akan menemukan SL serta TP yang sesuai dengan manajemen resiko anda.
5. Masuk atau Keluar Market pada waktu yang tepat
a. Tentukan kapan saat tepat untuk masuk maupun keluar pasar.
Beberapa trader sering masuk saat indikator mereka telah memberi sinyal tanpa melihat lagi candle (stick) pada chart (grafik).
Ada baiknya melihat candle untuk memastikan saat Open Price maupun Closing Price.
b. Tentukan terlebih dahulu profit anda dan saat itu tersentuh, lakukan Close Order. Atau jika nada sangat yakin dengan sinyal indikator anda, saat indikator memberikan sinyal reverse (harga berbalik arah), keluarlah dari pasar.
c. Jangan terlalu terburu-buru atau terlalu lama untuk masuk maupun keluar dari Market (pasar).
6. Ikuti aturan main (RULE) yang telah anda buat dan jangan pernah keluar jalur. Disiplin kan diri anda dalam bertrading.
Seiring waktu, anda akan dapat menyempurnakan sistem dan pola trading yang sesuai dengan anda.
Monday, 23 March 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
sebaiknya memang kita harus menggunakan indikator yang bisa melihat arah trend dengan baik sehingga kita bisa mempunyai peluang untuk memperoleh profit yang optimal. sekarang ini saya menggunakan indikator sederhana dalam trade yang saya lakukan di broker octafx yang memberikan saya miniaml deposit hanya 5$
ReplyDelete