Ada beberapa teknik yang dapat diterapkan dalam manajemen resiko :
1. Limit Margin
Jika bisa, gunakan hanya 2% dari total equity dalam setiap kali trading, karena umumnya sistem akan otomatis close saat margin yang dipakai habis. Jadi, total dana yang dipakai sebesar 2%
2. Trailing Stop
Gunakan Stop Loss (SL) maksimal 50% dari kemungkinan profit yang akan dicapai (Target Point) dan secara bertahap pindahkan SL jika target telah tercapai.
Contoh :
C= Harga saat ini (posisi SL)
B= Entry order BUY STOP
A= Entry order SELL STOP
D= Prediksi Target Poin
Saat swing C-D terbentuk pindahkan SL ke B sehingga posisi anda aman, resiko=0
Saat swing E-F terbentuk pindahkan SL ke E sehingga di posisi ini profit anda aman
Saat swing G-H terbentuk pindahkan SL ke G dan seterusnya
3. Compounding Profit
Tambahkan Entry Point saat harga sudah mencapai target.
Contoh:
C= Harga saat ini (posisi SL)
B= Entry order BUY STOP
A= Entry order SELL STOP
D= Prediksi Target Point
Saat swing C-D terbentuk pindahkan SL ke B sehingga posisi anda aman, resiko=0
Saat swing E-F terbentuk pindahkan SL ke E di posisi ini profit anda aman
Saat harga di G, Order Buy Stop di F dengan SL di posisi G
Saat swing G-H terbentuk pindahkan SL ke G
Demikian seterusnya, tambahkan Order Buy Stop setiap posisi anda aman maka profit anda akan berlipat (ini yang dinamakan compounding)
Yang terpenting dalam Manajemen Resiko adalah timing yang tepat dalam setiap entry point.
Lakukan entry point sesuai dengan indikasi trend yang terjadi. Dan percayalah dengan indikasi yang diberikan oleh indikator anda.
CATATAN:
Untuk kedua contoh ini (poin 2 dan 3), lihat gambar di bawah.
Sistem money manajemen yang ketat akan membawa kita kepada hasil yang maksimal. sistem money manajeman ini yang sedang saya lakukan adalah berupa penempatan SL dan TP yang optimal dan sekarang ini saya berusaha memaksimalkannya dalam setiap trade yang saya lakukan di broker octafx
ReplyDelete